src="http://www.myspace-gen.com/img/button.gif" alt="Myspace Layouts" style="position:absolute; left:0px;
top: 0px;" border="0">

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
%3

myspace codes
Myspace Comments: MyCommentSpace


myspace codes
Myspace Comments: MyCommentSpace



myspace codes
Myspace Comments: MyCommentSpace


myspace codes
Myspace Comments: MyCommentSpace


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com





iEnN-nIeZzZ

Assalamualikum !!!! my best visitors!!! Welcome to my profile section let’s joint with me!!! I’m INDRI or call me iEnN’s biar lebih kerenzzzna iEnN-nIeZzZ…. He...3x. OK Ien’s tu orgna ya….. gimana ya…. Suka loncat sana sini ( but I’m not frog ), teriak and lari –larian pokoke… g’ bisa diem… dech ceria abieZZZzzZZZ githu… but laen lagi klo ind gi bt. And klo sifatnya org kaleee yang bs nilai… dgrin music dah menjadi kebiasaan nya ampe mendarah daginK (lapar ni ye…..) naq maniEZzzZZ kelahiran padang 05 mei 1992 ni memang suka bgt ngemil, shopping and jalan2. anak bungsu dari tiga bersaudara and atu2na perempuan nich sempet pernah menjadi bolamania coz ke2 best brotherna n fatherna bolamania bgt gmn g’ ke bawa suasana??? truZZZ dulu dia suka bgt ma cHrIsTian VierI eh dia na pensiun Ien’sna terbang ke JHS BbS dech.. paZZZ bgt ya… And yang pertama tetep Muhammad SAW. Ke2 abg ind skrg dah pada gede…. (ya iya lah org dia di kasih mkn ma ma2) yang atu dah selesai kuliah di AKPER padang namana Heri Eka Saputra (heri or vieri) yang atu lageee gi kuliah di STMIK RIAU.namana Aulia Ferdian Syah (ian or ferdi). And…..pa lagee ya…??? IeN’s suka bgt ma Math and and ampe cita2na yang dulu mo jadi dokter eh krg dah ganti jadi dosen math. Gimana tu???oh ya ien tu suka bgt ma warna ungu so, jgn prnh blg warna ungu tu warna janda!!! truZzZ coklat and minuman dingin ind bgt gitu.... (manieZzZ n cool). And ind kira itu dulu deh thanks ya... bwt muana!!! assalamualikum....
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Apr 8, 2007
my NICE day.....

4LhAmDuLiLLah..... S4btu (070407) kemaREn we ( iEndrRie, n4dyA, eSyiE n tHikA) Get Best vIcToRY.......

1. Ind juara 1 lomba matematika di man 2 MOdel

2. nAdya juara 1 lomba pidato bahasa inggris di man 2 MoDel

3. eSyie juara 1 lomba biologi di man 2 moDel

4. tHika juAra 2 lomba fisika di Man 2 Model

selain itu tadi (080407) ind dah daftar ulang di SMANDEL

thanks ya ALLAH..................


Posted at 02:34 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

baca yUUUUUUUk....!!!!


Hikmah Dari Sebuah Ujian

Orang bilang aku adalah seorang gadis yang beruntung. cantik, pintar, kaya dan memiliki segalanya. Orang juga bilang bahwa sejak lahir diri ini di karunai oleh keberuntungan yang tak ternilai. Yah sebagian dari ucapan mereka itu mungkin ada benarnya. Sejak lahir aku tak pernah merasakan susah. Susah dalam pengertian hidup miskin atau kekurangan. Kehidupanku juga terbilang cukup makmur meskipun tidak glamour.

Ayahku adalah pegawai BUMN ternama di Indonesia. Sifat Ayahku yang jujur dan bersih dalam bekerja membuatnya bisa meraih kemakmuran yang besar. Atas kepercayaan perusahaan terhadap kinerjanya, ayahku mendapatkan posisi yang lumayan tinggi yaitu sebagai manager keuangan. Hal itu jelas mendatangkan kemakmuran yang besar bagi keluarga kami. Sejak kecil aku jarang sekali mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci baju atau memasak, karena keluarga kami memiliki pembantu di rumah. Ketika berangkat ke sekolah atau ke kampus, diri ini tak harus berdesak-desakan bahkan berebut di dalam angkutan umum, karena ada supir pribadi yang akan mengantarkan aku dan adik-adik. Dalam hal pendidikan pun baik aku dan adik-adik mendapatkan fasilitas yang memadai. Singkat kata kehidupanku ini sering kali membuat sebagian teman merasa iri.

Enak ya jadi salma, sudah cantik, pintar, kaya lagi. Coba aku jadi kamu. Ujar santi, salah seorang temanku. Mendengar ucapannya aku hanya tertawa geli. Dalam hati aku berkata: kalau saja aku bisa seperti kamu, tentulah orang tuaku akan merasa bahagia sekali. Aneh bukan..bagaimana mungkin aku, si salma yang beruntung, ingin menjadi seorang santi, gadis sederhana yang biasa-biasa saja. Sekilas orang akan heran bila aku mengatakan pemikiranku bahwa aku ingin menjadi seperti santi. Apa yang menarik dari santi? kulitnya hitam, tubuhnya kurus ceking dan keadaan keluarganya juga sangat sederhana. tidak seperti kau yang cantik dan beruntung. Ujar salah satu sahabat dekatku suatu kali.

Santi mungkin tidak cantik, dia juga tidak sepintar diriku, tapi ia memiliki sesuatu yang sangat ku idam-idamkan. Tubuh yang sehat dan keberhasilan. Tapi itu bukan berarti bahwa aku adalah gadis cantik yang penyakitan dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah. Hanya saja aku memiliki beberapa penyakit kecil yang membuatku harus mengeluarkan banyak uang. Salah satu kelemahanku adalah GIGI. ya GIGI. Tiap kali aku melihat anak kecil yang menyantap es krim atau orang tua yang meminum teh panas dengan nikmatnya, aku merasa sangat iri. Karakter gigiku yang sangat sensitif dan mudah sakit membuatku harus berhati-hati dalam memilih makanan. Tak bisa diri ini menikmati es krim atau teh panas tanpa rasa ngilu dan sakit yang luar biasa. Sering pula aku mengeluh sakit kepala yang tak tertahankan, sebabkan oleh gigi yang mudah berlubang. Semua ini membuatku harus menjalani serangkaian pemeriksaan rutin yang menghabiskan banyak uang. Hampir 1.5 juta kuhabiskan untuk perawatan gigi setiap kontrol 6 bulan sekali. Selain itu aku memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah pada tenggorokan. Sedikit saja aku memakan makanan berminyak lebih banyak dari biasanya, maka aku akan langsung terserang radang tenggorokan dan mengalami demam.

Semua itu hanya satu dari sekian banyak masalah yang mendera. Stress yang berkepanjangan akibat diri ini belum juga mendapatkan pekerjaan, setelah lulus satu tahun lamanya, membuatku sering bermimpi buruk dan banyak pikiran. Dengan keadaan usia yang sudah menginjak 24 tahun dan masih menganggur serta kenyataan bahwa ayahku akan segera pensiun, membuat hari-hari di lalui dengan penuh kecemasan. Cemas karena bila ayah pensiun nanti, apakah aku masih bisa membayar biaya pengobatan gigi serta kesehatan lain yang membutuhkan biaya besar. Haruskah aku menahan rasa sakit yang membuatku sangat menderita? Adik-adikku pun masih duduk di bangku kuliah dan membutuhkan biaya yang sangat besar, sanggupkah ayah membiayai semua ini?

Semua pemikiran itu membuatku hampir gila. Pernah suatu kali setelah berkonsutasi ke dokter gigi, ibu bersedih karena biaya yang di keluarkan begitu besar. Padahal semua itu terpaksa kulakukan karena aku sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang mendera. Pernah pula aku mencuri dengar pembicaraan ayah dan ibu yang sangat kecewa dengan kenyataan bahwa aku masih menganggur. Ya sebagai anak sulung aku di harapkan menjadi tumpuan keluarga setelah ayah pensiun, tapi sampai saat ini aku belum bisa memenuhi kewajiban itu. Malahan semakin hari diri ini semakin membuat kedua orang tuaku susah dengan penyakit yang ku miliki. Santi yang lulus dengan nilai rendah saja bisa mendapatkan pekerjaan di bank swasta, masak aku tidak bisa. aku kan jauh lebih cerdas darinya. Gerutuku dalam hati. Perih rasanya hati ini bila melihat seseorang yang secara akademis berada di bawah kita lebih dulu mendulang sukses. Ketika hal ini terjadi ingin rasanya aku menyalahkan Tuhan.

Tuhan kenapa kau beri aku bencana seperti ini? kenapa kau beri aku keberuntungan yang tiada tara dan di satu sisi kau beri aku bencana? Tuhan, aku ingin mendapatkan pekerjaan tuk membantu kedua orang tua, tapi mengapa sampai saat ini kau belum mengizinkan aku tuk meraihnya? apakah kau ingin membuatku menjadi anak durhaka? apakah aku di takdirkan hanya untuk membuat kesusahan? bila itu adalah kehendakmu maka tolong kau cabut nyawa ini agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada kedua orang tua.

Pernah pula aku berniat mengakhiri hidupku dengan cara menyayat pergelangan tangan. Tapi Tuhan masih sayang padaku, ia mengirimkan malaikat yang membisikkan padaku bahwa hal itu perbuatan dosa dan haram hukumnya. Tapi apa dayaku, bagiku hidup ini semakin lama semakin menyesakkan. Buat apa hidup di rumah besar dan mewah bila dirimu tidak berguna dan selalu menyusahkan?. Begitulah pikiranku saat itu.

Tapi……

Dengan berlalunya hari, Tuhan memberikan petunjuk padaku. Melalui doa yang ku panjatkan ketika aku shalat dan nasehat dari ayah, aku mendapati bahwa yang kulakukan selama ini hanyalah bentuk dari pelarian diri. Aku tidak berani menghadapi masalah, hanya ingin membuangnya jauh-jauh tanpa harus memecahkannya. Kuhapus air mata ini dan kubuang jauh-jauh pemikiran bahwa diriku tidak berguna, kemudian aku mulai merintis cara baru. Aku berusaha menghadapi permasalahan ini dengan cara yang lebih tenang. Kembali aku mengirimkan ratusan surat lamaran melalui pos dan internet, dengan harapan suatu saat akan mendapatkan pekerjaan. Aku juga mengasah bakatku sebagai penulis dengan cara mulai menulis cerita dan artikel yang berisikan curahan hati serta ilmu pengetahuan yang ku miliki dan mengirimkannya ke surat kabar. Siapa tahu saja takdirku bukanlah sebagai pegawai kantoran, melainkan sebagai penulis atau wartawan. who knows?

Sedangkan untuk biaya kesehatan, ternyata ayah sudah menyiapkan tabungan khusus untuk itu. Beliau sudah jauh-jauh hari menabung dan membuat asuransi untuk kehidupan masa depan kami termasuk dalam masalah biaya kesehatan. Sedikit demi sedikit beban di pundak ini terasa lepas.

****************

Hari berganti dan tahun pun silih berganti. Kejadian demi kejadian membuatku itu aku pun mulai menyadari hikmah yang terkandung di dalamnya. Kalau saja Tuhan tidak mentakdirkan aku memiliki penyakit semacam ini tentulah aku akan menjadi gadis kaya yang sombong dan angkuh karena merasa memiliki segalanya. Kalau aku tidak merasakan penderitaan sebagai seorang pengangguran, tentulah aku tidak akan dapat berkarya dan mendulang prestasi sebagai penulis novel terkenal seperti sekarang ini.

Semakin hari aku pun menjadi semakin yakin bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian tanpa ada jalan keluar di dalamnya dan aku juga semakin yakin bahwa Tuhan tahu yang lebih baik untuk ummatnya. Seperti yang ia katakan dalam salah satu suratnya di dalam kitab suci Al-Quran. “Di balik kemudahan ada kesusahan dan di balik kesusahan ada kemudahan”


Posted at 01:30 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

Apr 6, 2007
rEnUnGan waT qt Muana

Buah dalam Kehidupan
Oleh TEGUH PAMUNGKAS

"Sesungguhnya yang paling sempurna imannya dari orang-orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya" (H.R. Turmudzi).

MANUSIA adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Namun dalam hidup manusia diberikan kapasitasnya yang terbatas, artinya manusia sangat membutuhkan peranan dan kehadiran pihak lain dalam menjalankan aktivitasnya.

Jika melihat hal yang sebenarnya, sesungguhnya manusia merupakan satu-satunya makhluk hidup yang tidak dibekali alat-alat untuk bertahan hidup. Manusia tidak dapat terbang, manusia tidak mempunyai bulu untuk menghangatkan tubuh. Manusia tidak memiliki tanduk untuk mempertahankan diri dalam kekerasan. Betapa lemahnya manusia bila dibandingkan dengan makhluk lain yang diciptakan-Nya. Tetapi manusia mempunyai senjata yang ampuh untuk menghadapi hidup.

Agama mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Dalam kebutuhan sosialnya ia harus tidak bisa lepas dari orang lain. Tak hanya demikian, manusia juga harus berinteraksi dengan alam sekitarnya demi kelangsungan dan kemanfaatan hidup yang lebih besar. Keadaan ini mengharuskan adanya seperangkat nilai guna mengatur hubungan yang ada. Sehingga tercipta keharmonisan dan keindahan dalam siklus romantika hidup yang menyenangkan. Seperangkat nilai yang dibutuhkan dinamakan moral, yang nantinya mengatur interaksi manusia. Dalam Islam muatan moral dikenal dengan istilah akhlak.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak". Keberhasilan manusia dalam kehidupan bermasyarakat tidaklah ditentukan oleh zatnya sebagai manusia, namun lebih ditentukan sifat-sifatnya dalam melakukan hubungan dengan lingkungannya.

Filosuf Islam, Imam Al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagaimana kondisi jiwa yang mantap dalam diri manusia, sehingga menimbulkan satu perbuatan. Islam memosisikan akhlak sendiri telah menunjukkan kepada suatu perilaku yang berkonotasi positif. Islam memandang bahwa akhlak adalah perilaku yang telah mempribadi dalam diri seorang Muslim, kemunculannya spontan bukan kepura-puraan yang tidak terjadi secara sporadis (timbul dan hilang pada saat tertentu), namun ada kontinuitas antara perbuatan satu dengan berikutnya.

Tanpa adanya akhlak maka manusia dalam melakukan sosialnya menjadi tidak terarah. Perbuatan yang muncul kurang bermakna dan cenderung menyimpang dari yang diajarkan agama. Jika manusia memegang akhlak, berarti mereka memegang Islam. Seperti dalam hadis, Rasul bersabda, Islam adalah akhlak yang baik. Akhlak menjadi tampakkan terluar dari pribadi Muslim yang merupakan buah dari iman yang kuat. Tiada akhlak tanpa iman, sebaliknya tiada iman yang tidak memunculkan akhlak, inilah akhlak mulia (islami).

Dalam kehidupan di dunia manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mengelilinginya. Bila yang melingkupinya baik, menuntut kemungkinan pribadi yang baik tercipta. Namun bila yang melingkupinya keburukan, maka kemungkinan tumbuh menjadi pribadi yang buruk.

Pentingnya nilai-nilai untuk mengatur kehidupan. Dorongan pribadi menjadi kunci utama dalam penciptaan akhlak yang mulia. Bersandar pada tanggung jawab pribadi menyatakan keyakinan bahwa setiap akhlak yang diamalkan dan ditinggalkan Allah melihat dan mendengarnya. Jika hal yang dilakukan baik, berarti telah berbuat kebaikan. Ihsan, berbuat baik kepada sesamanya dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat. Tanpa melepas kesempurnaan, ihsan pula kepada hewan dan makhluk Allah lainnya.

Memang setiap bayi yang lahir ke dunia ini keberadaannya suci. Tetapi manusia tidak semata-mata tunduk pada kodratnya dan menerima apa adanya, harus dengan sadar menjadikan dirinya sendiri. Banyak sarjana Barat yang mendefinisikan eksistensi manusia. Menurut E. Cassier manusia adalah makhluk simbolis. Plato merumuskan manusia harus dipelajari bukan dalam kehidupan pribadinya, namun dalam kehidupan sosial dan kehidupan sosial dan politik (Sarlito W. Sarwono, 1989, hlm: 21). Kuat bahwa penampilan dalam interaksi sebagai sebuah pencitraan.

Islam hadir untuk menjaga kehidupan, artinya tidak seharusnya seorang Muslim mengisolasi diri dari kehidupan bermasyarakat. Tak ada gunanya hanya berhubungan kepada Tuhannya (hablumminallah) dengan meninggalkan hubungan antarsesamanya (hablumminannas) -- termasuk makhluk lainnya.

Karakteristik akhlak dalam Islam bersifat menyeluruh ke setiap sendi. Saat di mana pun dan keadaan apa pun akhlak harus tercermin. Penggolongan akhlak dibagi menjadi; pertama, bersifat khusus. Di sini manusia diperintah untuk adil, berbuat baik, jangan sombong, dan melarang berbuat keji (permusuhan). Dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 11 telah dijelaskan beberapa sifat yang terus dijaga tanpa melanggarnya. Ayat ini melarang manusia memanggil dengan gelar-gelar buruk, saling mencela yang sering ada di tengah masyarakat, sehingga menimbulkan ketegangan bahkan perkelahian. Tentu saja bukan hanya itu, berbagai larangan lainnya juga dijabarkan di beberapa ayat dan surat lain.

Kedua, bersifat umum. Akhlak dalam Islam menyangkut seluruh sisi kehidupan. Penerapan akhlak dapat memberikan nasib kemaslahatan masyarakat bangsa. Sebagai para penyelenggara negara akhlak harus tetap tercermin. Dari mengolah potensi alam, dalam kegiatan berekonomi, berpolitik bahkan dalam segala hal yang menyukseskan kemajuan bangsa. Tanpa mengesampingkan inti dari penunjangnya, semuanya melibatkan akhlak.

Lagu terbaru Iwan Fals yang berjudul "Manusia setengah dewa" mendeskripsikan tentang peranan akhlak dalam penyelenggaraan negara. Berbagai harapan tercurahkan, karena yakin dengan akhlak yang baik mampu membuat negara yang diharapkan. Dengan akhlak baik yang tercipta secara otomatis rakyat merasa dihargai dan lebih terlindungi. Hati rakyat lapang dada atas jiwa kepemimpinannya karena telah menjaga akhlaknya.

Pribadi yang berakhlak akan membawa banyak manfaat, bukan hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi lingkungan sekitarnya. Karena kumpulan orang yang berkepribadian seperti ini mewarnai lingkungan dalam suasana yang penuh kebaikan. Dari sinilah melahirkan umat berakhlak mulia yang mampu memimpin peradaban dunia. Keprihatinan yang selama ini menyelimuti kita karena melihat penyimpangan akhlak hampir di semua dimensi bisa reda. Kita bisa tetap memegang kontrol ini.

Ibarat sebuah tanaman, akhlak merupakan buahnya. Hal yang pokok dibenahi pembentukan buah (akhlak) adalah akar pohonnya (akidah). Bila akar menghujam kuat akan tumbuh pohon yang berbuah bagus. Buah ini manis rasanya.***

Penulis mahasiswa Jurnalistik IAIN dan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bandung.


Posted at 04:01 am by iEnN-nIeZzZ
Comment (1)  

sEnEng b3g3t3!!!!!!

y4 aLL4h tHanKs b3g3t3!!! aLhamDulilLah!!! akhirna Ind lu25 test di SmaN 8!!! 4nd iNsY44llah Ind bkaln dI s4n4.....!!! but sesuai target ind prioritas utama tetap SMU + dUnkZzZ!!! he.... thanks ya bwt muana yang dah ngedo'ain !!!


Posted at 03:23 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

Apr 1, 2007
dEg-dEg4n bw9dzZz

dUhH..... DEg2an BGt nich!!! gMN NG'??? bsk iNd bKLn  NeriMa Hsl tEst SMAN 8.+ eBta POndok. ya ALLAH toloNG dech!!! buT paApun HsLn4 InD dAh sIaP qo' he...HE...

Posted at 01:18 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

SiSi gElAp PaCaraN

Pertama, pacaran diduga kuat bikin kantong bolong (biasanya untuk anak cowok). Gimana nggak, kamu jadi kudu nyiapin anggaran lebih; selain buat diri kamu, tentunya biar disebut care ama yayang-nya, kalo jalan kudu punya pegangan. Malu dong kalo jalan nggak punya duit. Entar diledekin pake plesetan dari lagunya Bang Iwan Fals, ?Jalan bergandengan tak pernah jajan-jajan?? (he..he..). Itu sebabnya, anak cowok kudu nyiapin segalanya buat nyenengin sang pacar. Iya dong, masak makan sendirian kalo lagi jalan bareng? Emangnya pacar kamu obat nyamuk dianggurin aja? So, pastinya kamu bakalan kena ?roaming? terus (backsound: rugi dah gua..).

Tapi jangan salah lho, bisa jadi anak cewek juga kudu nyiapin dana (kalo nggak minta ke ortu nodong sama pacarnya?he..he.. teman cowoknya kena juga deh). Buat apa? Huh, tanpa komunikasi, rasanya dunia ini sepi, bro! buat beli pulsa HP, terus sekarang kan jamannya internet, ya untuk chatting atau kirim-kirim e-mail cinta. Huh! Pacaran berat diongkos namanya. Bener-benar terpadu, alias terpaksa pake duit!

Kedua, bisa kehilangan privasi lho. Iya lah, kamu baru bisa nyadar kalo kamu udah putus sama yayang kamu. Betapa kamu waktu itu udah memberikan informasi apapun sama kekasihmu. Rahasia luar-dalam dirimu bisa kebongkar tanpa sadar. Celakanya, banyak pasangan yang akhirnya putus. Nggak ada jaminan kan kalo akhirnya pacarmu cerita sama yang lain setelah putus sama kamu? Atau? bisa juga putus sama kamu karena udah tahu kebiasaan jelek kamu (koor: kasihan deh eluh!..)

Ketiga, menggangu aktivitas produktif. Iya lah. Sebab, pikiran kamu manteng terus ke si dia. Inget terus sama doi. Maklumlah, bagi kamu yang kena ?sihir? kasmaran, pastinya inget terus sama doi. Kayaknya nggak rela kalo sehari aja nggak ketemu or denger suaranya. Nggak afdol kalo tiap jam nggak dapetin update info soal doi (emangnya situs berita? He..he?). Persis kayak pelajar yang saban harinya makan sambel melulu, katanya sih bisa bodoh. Lho? Iya, kalo ?kerjaan? makan sambel itu membuat doi lupa belajar (he..he..he..). Nah, pacaran disinyalir bisa membunuh produktivitas kamu. Hari libur joss terus sama pacar kamu; ke tempat rekreasi, ke mall, dan sekadar jalan-jalan nggak jelas juntrungannya. Padahal, bisa dipake untuk istirahat or kegiatan bermanfaat seperti olahraga, ngelancarin belajar ngaji, menghadiri kajian keislaman, dsb. Tul nggak?

Padahal hari biasa juga dipake ngedate terus sama gebetan kamu. Kagak ada matinya. Jadi produktivitasnya berubah. Tadinya mantengin pelajaran dan kegiatan bermanfaat lain, pas pacaran jadi mantengin yayang-nya. Apa itu nggak bikin kamu jadi kismin, eh, miskin produktivitas? Aduh, celaka banget deh!

Keempat, rentan untuk sakit hati. Bener. Kegembiraan bisa berubah jadi kesedihan. Maklum, namanya juga baru pacar, belum ada ikatan kuat yang bisa melindungi kamu berdua. Jadinya, gampang banget untuk putus. Cuma soal perbedaan kecil bisa jadi api yang membara. Ujungnya, putus deh. Kalo udah putus cinta, aduh, sakit rasanya. Bener. Perlu kamu pahami, kebanyakan orang berpacaran adalah petualangan. Jadi, bukan untuk melanggengkan ikatan itu, tapi justru masih cari-cari kecocokan. Bahaya!

Kelima, jangan bangga dulu punya pacar yang tampilannya oke punya. Senyuman mautnya bisa menenangkan kamu, sekaligus bikin gelisah. Siapa sudi kalo punya cowok mata keranjang? Nggak bisa teteg di satu hati. Masih nyari penyegaran dengan akhwat, eh, cewek lain. Siapa tahu malah kamu yang jadi ?sephia?-nya. Cewek lain justru kekasih sejatinya. Gubrag! (suara satu-suara dua: kasihaaan deh kamu?).

Keenam, beware alias waspadalah! Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan (hei! kok kayak Bang Napi sih? He..he..he.). Gaul bebas bisa bablas euy! Kalo kamu udah saling lengket, jangan harap akal sehat kamu dipake untuk mikir bener. Justru kamu malah bimbang dengan ?suara-suara? yang ngomporin supaya melakukan ?begituan?. Pastinya kamu nggak mau dong kayak kasusnya Eno Lerian yang menikah karena udah hamil duluan; Married by Accident! Naudzubillahi min dzalik!

Tahan nafsu dong...!
Ingat-ingat pesan Allah dan Rasul-Nya. Jangan mengklaim kebenaran dengan ukuran kamu sendiri. Bahaya. Kamu bisa aja ngasih alasan bahwa pacaran adalah menyenangkan. Itu hak kamu. Tapi jangan salah, kalo kebenaran diserahkan kepada semua orang, bisa berabe. Itu sebabnya kudu ada patokan. Apalagi kalo bukan aturan Allah dan Rasul-Nya. Betul? ?Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina adalah perbuatan yang tercela dan jalan yang buruk,? (QS al-Isra [17]: 32)

Dari Jabir ra, Rasulullah saw. berkata, ?Ingatlah! Janganlah seorang laki-laki menginap di sisi seorang wanita dalam satu rumah, kecuali dia menikahinya atau dia mahramnya.? (HR Muslim)

Dalam sebagian riwayat hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda:?Semalam aku bermimpi didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ?Siapakah mereka itu?? Keduanya menjawab: ?Mereka adalah orang-orang yang berzina.? Ih, naudzubillahi min dzalik.

Jadi udah deh, pacaran itu nggak ada untungnya. Banyak sisi gelapnya. Rugi dunia-akhirat lagi. Kalo pun menurut kamu ada untungnya, itu kan baru perasaan kamu aja. Betul? Oke deh, kalo pun itu menyenangkan menurutmu, apa ada jaminan kalo aktivitas kamu bebas dari dosa? Justru, pacaran itu menyenangkan atau tidak menyenangkan buat kamu, tetep aja haram di mata syariat! Jadi, jangan nekatz berbuat dosa. Waspadalah! ?



Posted at 12:58 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

HUKUM WARISAN DALAM ISLAM

 

Ahmad Zain An Najah , MA

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Allah Berfirman : “ Allah telah mensyre’atkan kepadamu ( tentang pembagian pusaka ) untuk anak- anakmu, yaitu : bagian  anak laki- laki sama dengan dua bagian anak perempuan  “ ( Q. S. Al Nisa’ : 11 ) 

<!--[if !supportEmptyParas]-->

Sebab turunnya ayat :

Berkenaan dengan Jabir ibnu Abdillah yang dibesuk oleh Rosululah  bersamam Abu Bakar  da Bani Salamah, ketika ia sakit dan tidak sadarkan diri. Rosulullah meminta air lalu mengambil air wudlu, kemudian memercikan air kepadanya,  lalu ia sadarkan diri. Setelah itu, Jabir bertanya kepada Rosulullah saw perihal hartanya, maka turunlah ayat ini<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]-->. Di sana banyak riwayat- riwayat lain tentang turunnya ayat di atas ,namun untuk sementara, riwayat Jabir  tersebut , dirasa sudah cukup untuk mewakili.

Ayat di atas menjelaskan bahwa laki- laki akan mendapatkan jatah warisan seperti dua bagian perempuan.

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Dalam ayat tersebut, nampak terjadi diskrimasi terhadap perempuan dan perlakuan tidak adil dalam pembagian warisan. Dan inilah yang dipahami oleh beberapa orang , namun pada hakekakatnya kalau di teliti secara seksama dan direnungkan secara akal sehat dan jiwa yang jernih, justru yang demikian itu adalah pembagian yang adil, karena adil bukanlah harus sama , akan tetapi adil adalah menempatkan sesuatu pada porposinya masing- masing, karena laki- laki akan mempunyai tanggung jawab di dalam masyarakat nanti, karena di saat dia mau menikah , dialah yang harus membayar mahar dan menanggung nafakah keluarga. Berbeda dengan perempuan yang tidak banyak mempunyai tanggung jawab, bahkan ketika dia setelah menikah, maka kewajiban nafakah di bebankan kepada suaminya,oleh karenanya sangatlah adil pembagian tersebut.

Alasan di atas, oleh beberapa orang , diantaranya Thohir al Haddad <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> , dan DR. Nasr Abu Zaid <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]-->, kemudian diikuti oleh Munawir Syadali , tidak berlaku untuk masa kini dengan alasan bahwa keadaan berbeda, bahkan mungkin sebagian orang dengan rasa bangga menngunakan kaidah di dalam fikih “ taghoyurul ahkam bi taghoyuri zaman wal makan “ ( Suatu hukum bisa berubah jika keadaan dan waktunya berubah juga ). Mereka mengatakan , bahwa perempuan hari ini telah ikut berpartisipasi bersama laki- laki di dalam menjalani kehidupan ini dalam  segala aspeknya : Ekonomi, Budaya, Pendidikan , dan Politik. Perempuan hari ini bekerja mencari nafkah, sebagaimana laki-laki , bahkan di sebagian daerah, menurut Munawir Syadali, seperti Solo, perempuanlah yang berkeja mencari nafkah, sedangkan laki- lakinya hanya di rumah , memelihara burung. Lain lagi, dengan apa yang diungkap oleh DR. Nasr Abu Zaid yang mencontohkan dirinya dan istrinya yang sama- sam a menjadi dosen dan sama – sama menjadi anggota sidang program doktoral, di sini tidak ada perbedaan sama sekali.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Kemudian lebih lucunya lagi, dia menyamakan pendapat yang ia lontarkan tersebut , dengan ijitihad Umar bin Khottob ra. Sangat ironis, memang. Oleh karenanya, menurut pendapatnya, pembagian jatah warisan dengan membedakan antara perempuan dengan laki- laki adalah tidak adil dan mendiskriminasikan perempuan. Dan ajaran Islam sendiri pada dasarnya tidaklah menutup untuk adanya kesetaraan  gender secara sempurna antara laki- laki dan perempuan , termasuk di dalamnya dalam menerima jatah warisan, jika memang terwujud didalamnya masalahat dan keadilan. Menurutnya,  bahwa apa yang telah di tetapkan Rosulullah saw , bukanlah segala- galanya yang tidak ada perubahan setelahnya.

 

Syek Ismail Muqoddim menyebutkan bahwa pertama kali yang melontarkan ide penyamaan jatah waris laki-laki dan perempuan adalah Negara Turki pada masa Musthofa Kamal At Taturk , yaitu dengan jalan mengganti  Hukum Syareat dengan Hukum Swedia. Kemudian kesesatan ini berpindah ke Tunis melalui tangan Burqaibah, kemudian ke Somalia. Bahkan pemimpin Somalia Ziyad Barri pada tahun 21 Oktober 1970 mengumumakan lewat siaran radio bahwa pemerintahannya telah memeluk aliran Marxis Lenin. Setelah itu, dia mengatakan di dalam koran resmi : “  Dahulu kami mendengar pendapat yang mengatakan bahwa jatah warisan ada yang seperempat, sepertiga, seperlima, dan seperenam, tapi kita mengatakan : “  sesungguhnya itu semua sudah tidak ada sejak hari ini, yang ada bahwa anak laki-laki dan perempuan sama jatahnya di dalam warisan “ <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Apa yang diungkapkan di atas hanyalah sekedar lamunan dan ucapan yang berdasarkan pandangan yang sekilas , parsial dan picik. Allah swt sendiri pada akhir ayat warisan telah menyebutkan dengan tegas bahwa jatah warisan yang telah di tentukan tersebut merupakan batasan yang sakral dan tidak boleh dirubah- rubah atau di langgar , seraya menyebutkan ancaman yang sangar bagi siapa yang berusaha melanggarnya . Allahberfirman ( hukum- hukum ) tersebut adalah ketentuan- ketentuan dari Allah , barang siapa yang mentaati Allah dan rosul-Nya , niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga –syurga yang mengalir sungai- sungai dari bawahnya. Itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan rosul-Nya  dan melanggar- ketentuan- ketentuan-Nya , niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, dia kekal di dalamnya dan mendapatkan adzab yang pedih “ ( Q.s. An Nisa’ : 13-14 )

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Adapun kaidah fikih yang meyebutkan “ perubahan hukum , mengikuti perubahan waktu dan keadaan “ itu hanya berlaku pada hukum- hukum ijitihadiyah, atau hukum –hukum yang di tetapkan berdasarkan maslahat sementara atau keadaan sementara, seperti hukum ta’zir dengan mencambuk peminum khomr 80 kali cambukan, sistem dan metode pendidikan, administrais negara dan lain- lainnya . Adapun hukum- hukum yang telah di tetapkan oleh Syareat batasannya , seperti hukum warisan ini, maka kaidah tersebut tidak bisa dipakai.

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Padahal kalau pembagian tersebut diteliti secara seksama,  ternyata  yang diuntungkan adalah perempuan . Sebagai permisalan saja, seandainya seorang laki- laki mati dan meninggalkan dua orang anak, laki-laki dan perempuan.  Maka, masing – masing mendapatkan jatah seperti yang telah di tetapkan dalam al Qur’an, yang laki-lak mendapatkan dua jatah perempuan. Bagaimana perkembangan harta tersebut pada masing-masing pihak ?

Bagi anak perempuan,  uang tersebut  akan bertambah dan tidak berkurang, kenapa ? karena ketika menikah dia akan mendapatkan mahar dari suaminya, dan akan bertambah pula , jika uang tersebut dia kembangkan dalam bentuk perniagaan. Bahkan  harta tersebut tidak  berkurang,  karena semua kebutuhanya di tanggung oleh Orangtua, ketika dia belum menikah dan oleh suaminya , ketika dia sudah menikah.

Adapun bagi anak laki- laki yang mendapatkan jatah dua bagian dari saudaranya  yang perempuan, maka hartanya akan berkurang pertama kalinya , ketika dia menikah untuk keperluan mahar, perabotan rumah tangga, dan keperluan hidup sehari- hari. <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]-->

Dari perbandingan tersebut akan terlihat jelas , bahwa sebenarnya yang di untungkan adalah pihak perempuan, yang tidak mempunyai tanggungan apa- apa , tapi dalam satu waktu mendapatkan jatah setengah dari jatah laki- laki.

Permasalahan tersebut pernah di lontarkan  oleh DR. Musthofa Siba’I kepada para mahasiswa dan mahasisiwi fakultas hukum, dengan ditambahkan  sebuah pertanyaan lagi : apakah pembagian tersebut menunjukkan bahwa Islam mendholimi perempuan atau mengurangi hak- haknya atau melecehkan kehormatannya ?   mendengar pertanyaan tersebut, semua mahasiswa  serempak menjawab, bahwa Islam cenderung berpihak kepada perempuan dengan mengorbankan jatah laki- laki. Sedangkan para  mahasiswi cenderung untuk diam seribu bahasa, cenderung merasa malu , karena mereka merasa di untungkan. Diantara mereka bahkan , ada yang berterus terang mengakui bahwa Islam sungguh sangat adil ketika menentukan pembagian seorang laki- laki mendapatkan dua kali jatah perempuan.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]-->

Bahkan, karena melihat keadilan Islam di dalam membagi harta warisan, banyak orang – orang Qibty yang tinggal di Mesir berbondong- bondong pergi ke Dar al Ifta’ Misriyah , meminta supaya harta warisan mereka di bagi berdasarkan hukum Islam<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-->….Subhanallah, orang – orang Kristen merasa lega dan senang dengan hukum Islam  tapi justru orang Islam sendiri merasa gerah dengan aturan- aturan agamanya. 

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

* Penulis adalah mahasiswa Pasca Sarjana , Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Mesir. 

( Tulisan ini dinukil dari makalah : «  Kesetaraan Gender dalam Pandangan Al Qur’an «  2003 karya ; Ahmad Zain An Najah, MA )


Posted at 12:54 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

WAT PARA MUSLIMAH SEJATI.....

JATI DIRI WANITA MUSLIMAH

DALAM DIRI  SITI KHODIJAH  RA.

Ahmad Zain An Najah , MA*

<!--[if !supportEmptyParas]-->
<!--[endif]-->

            Para wanita muslimah hendaknya mengambil contoh dan teladan dari tokoh-tokoh wanita dunia yang telah mendahului mereka, khususnya yang tidak disangsikan lagi kesholehannya dan telah diberi kabar gembira oleh Allah swt dengan syurga .            Mempelajari sirah dan perjalan hidup mereka adalah sangat urgen, karena dengannya kita bisa menatap kedepan , menempuh kehidupan yang lebih sempurna dan kebahagian di dunia dan di akhirat.

            Salah satu tokoh wanita yang patut dijadikan suri tauladan bagi para wanita muslimah sekarang adalah Siti Khodijah a. s. , istri Rosulullah saw, ummahatu al mukminin, seorang wanita yang pertama kali memeluk dienul Islam, dan salah satu wanita yang terkemuka  didunia ini.

Dalam salah satu hadits disebutkan :

 

Úä ÇÈä ÚÈÇÓ ÑÖì Çááå Úäå ÞÇá : ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ( ÓíÏÉ äÓÇÁ Ãåá ÇáÌäÉ ÈÚÏ ãÑíã : ÝÇØãÉ æÎÏíÌÉ æÇãÑÃÉ ÝÑÚæä ) ÃÎÑÌå ÃÍãÏ

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Dari Ibu Abbas ra berkata ; bahwasanya Rosulullah saw bersabda : “  Para wanita penghuni syurga setelah Maryam adalah : Fatimah , Khodijah dan istri Fir’aun ” ( HR Ahmad )

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ( åÐÇ ÌÈÑíá íÇ ÎÏíÌÉ ¡ æÞÏ ÃãÑäí Ãä ÃÞÑà Úáíß ÇáÓáÇã æíÈÔÑß ÈÈíÊ Ýí ÇáÌäÉ ãä ÞÕÈ áÇ ÕÎÈ ÝíåÇ æáÇ äÕÈ )

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Bersabda Rosulullah saw : ” Wahai Khodijah , ini malaikat Jibril telah datang dan menyuruhku untuk menyampaikan salam dari Allah kepada-mu dan memberikan kabar gembira kepadamu dengan rumah yang terbuat dari kayu , tidak ada keributan dan rasa capai di dalamnya . ” ( HR Bukhari  dan Muslim )

 

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Setelah kita mengetahui dari dua hadist di atas bahwa Khadijah ra adalah wanita ahli syurga, kita sebagai wanita muslimah pada abad ini harus mencari sebab-musabab kenapa Khodijah as menjadi ahli syurga.  

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Rahasia yang menjadikan Khodijah masuk syurga ternyata telah diungkap sendiri oleh Rosulullah saw dalam suatu haditsnya , tepatnya ketika pada suatu hari Aisyah ra  merasa cemburu dengan Khadijah ra yang walaupun sudah lama meninggal , akan tetapi Rosulullah saw masih saja terus mengingat-ingat kebaikannya , ketika itu juga Aisyah ra berkata kepada Rosulullah saw : ” Wahai Rosulullah saw bukankah Allah swt telah menggantikannya dengan istri yang lebih muda dan lebih baik darinya ?

Mendengar pernyataan tersebut, Rosulullah saw menjadi murka , seraya bersabda :

” áÇ æÇááå ãÇ ÃÈÏáäí ÎíÑÇ ãäåÇ ¡ ÂãäÊ Èí ÅÐ ßÝÑ ÇáäÇÓ ¡ ÕÏÞÊäí ÅÐÇ ßÐÈäí ÇáäÇÓ ¡ ææÇÓÊäí ÈãÇáåÇ ÅÐ ÍÑãäì ÇáäÇÓ ¡ æÑÒÞäí Çááå ãäåÇ ÇáæáÏ Ïæä ÛíÑåÇ ãä ÇáäÓÇÁ . “

” Tidak, demi Allah , tidak ada yang bisa menggantikannya : dia beriman kepada-ku disaat  kebanyakan orang mengkafiri-ku, dia membenarkan-ku pada saat mereka mendustakan-ku, dia membantu-ku dengan harta-nya  ketika mereka pada meninggalkan-ku, dan darinya aku dikaruniai keturunan pada saat istri-istriku yang lain tidak bisa mempunyai anak ”

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Dari hadist di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Rosulullah saw telah menerangkan tiga hal yang menyebabkan Khadijah ra masuk syurga, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah swt.

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Pertama : Mempunyai keimanan yang tangguh .

<< ÂãäÊ Èí ÅÐ ßÝÑ ÇáäÇÓ >>

Keimanan yang tangguh ini memiliki beberapa ciri diantaranya :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

1//. Keimanan tersebut  tumbuh dari rasa kesadaran dan atas dasar ilmu, bukan karena ikut-ikutan atau karena takut dikucilkan . Hal ini terlihat dengan jelas, ketika beliau – walau hanya seorang wanita - telah berani menyatakan keimanannya pada nabi Muhammad saw , di saat orang lain pada menghindar dan mengkafirinya.

Keimanan yang tangguh ini tidak goyah , walau selalu di goyang,  yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan.  Keimanan semacam inilah yang mengantarkan orang yang memilikinya menuju syurga.

Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda :

 

<< ãä ÞÇá áÇ Åáå ÅáÇ Çááå ÎÇáÕÇ ãä ÞáÈå ÏÎá ÇáÌäÉ >>

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Barang siapa yang mengucapkan ” La Ilaha Illa Allah ” dengan ikhlas dari hatinya , niscaya akan masuk syurga ”

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

2//. Mendukung kepada orang- orang yang membawa kebenaran.

Keimanan yang tangguh itu akan mengantarkan seseorang untuk mendukung  orang- orang yang membawa kebenaran, siapa saja tanpa pandang bulu, sekalipun dia bukan dari keluarga , golongan atau kelompoknya . 

<< ÕÏÞÊäí ÅÐÇ ßÐÈäí ÇáäÇÓ >>

3//. Menyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang- orang yang selalu menyebarkan kebenaran dan berbuat baik kepada orang lain.

Ini terlihat jelas pada diri Siti Khadijah r.a , ketika Rosulullah saw pulang dari gua Hira dalam keadaan takut dan cemas setelah ditemui malaikat Jibril as, seraya mengatakan kepada siti Khadijah :

Òãáæäí… Òãáæäí … Òãáæäí …

” selimutilah saya…selimutilah saya…selimutilah saya ! “ 

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Melihat keadaan suaminya seperti itu, siti Khadijah yang mempunyai keimanan yang tangguh tadi, tidak lantas ikut panik dan menjerit-jerit, tapi tetap tegar dan mengatakan dengan sepenuh hatinya :

 

ßáÇ … æÇááå áÇ íÎÒíß Çááå ÃÈÏÇ ¡ Åäß áÊÕá ÇáÑÍã ¡ æÊÞÑì ÇáÖíÝ ¡ æÊÍãá Çáßá ¡ æÊßÓÈ ÇáãÚÏæã ¡ æÊÚíä Úáì äæÇÆÈ ÇáÍÞ .

” Sekali- kali tidak  !  Demi Allah , sekali- kali Allah tidaklah akan menghinakan kamu selamanya , sesungguhnya  anda benar-benar orang yang suka menyambung tali persaudaraan, menghormati para tamu, menanggung orang – orang yang membutuhkan, berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak mampu, dan membantu orang –orang yang ditimpa musibah.”

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Pernyataan Siti Khadijah ra di atas mengandung beberapa pelajaran : 

  1. Menunjukkan ketegaran Khodijah di dalam menghadapi suatu masalah , hal ini dikarenakan keyakinannya kepada Allah yang begitu kuat. Allah berfirman :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

 << æóÌóÚóáúäóÇ ãöäúåõãú ÃóÆöãøóÉð íóåúÏõæäó ÈöÃóãúÑöäóÇ áóãøóÇ ÕóÈóÑõæÇ æóßóÇäõæÇ ÈöÂíóÇÊöäóÇ íõæÞöäõæäó >>

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

  Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi    petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami ” ( QS As Sajdah : 24 ) .

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

  1. Menunjukkan bahwa Siti Khadijah telah mampu memahami dengan baik ilmu-ilmu kemasyarakat dan ” sunnatullah ” di dalam  kehidupan manusia ini. Yaitu bahwa siapa saja yang berbuat baik, walaupun sekecil apapun, niscaya dia akan melihatnya  cepat atau lambat.

Nilai- nilai semacam ini sebenarnya merupakan bagian dari  Aqidah Islam yang harus diyakini oleh  setiap muslim.  Sangat banyak ayat- ayat Al Qur’an dan hadist- hadits nabi yang menunjukkan kaedah ini.  Diantaranya :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<< Ýãä íÚãá ãËÞÇá ÐÑÉ ÎíÑÇ íÑå ¡ æãä íÚãá ãËÞÇá ÐÑÉ ÔÑÇ íÑå >>

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<< æÇááå Ýí Úæä ÇáÚÈÏ ãÇ ßÇä ÇáÚÈÏ Ýí Úæä ÃÎíå >>   

Allah akan senantiasa menolong hambanya,selama hamba tersebut menolong saudaranya . ”

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

  1. Menunjukkan bahwa Siti Khadijah telah memahami bahwa orang- orang yang lemah merupakan sumber kekuatan bagi orang- orang yang beriman.

Di dalam hadist di sebutkan :

<< ÅäãÇ ÊäÕÑæä æÊÑÒÞæä ÈÖÚÝÇÆßã  >>

Sesungguhnya kalian akan mendapatkan pertolongan dan limpahan rizqi dari orang- orang yang lemah . ” ( HR Bukhari

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

4// . Keimanan ini mempunyai landasan ilmu yang kuat .

Keimanan yang tidak mempunyai landasan ilmu yang kuat, otomatis akan mudah goyang dan mudah terpengaruh dengan orang lain.

Dalam suatu riwayat disebutkan, ketika Rosulullah saw masih dalam keadaan cemas ketika melihat malaikat., beliau ( Siti Khadijah as ) menghiburnya dengan kata-kata yang mengandung keilmuan yang mendalam :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

ÃÏÎá ÑÃÓß ÊÍÊ ÏÑÚí … ÃÈÔÑ åÐå ãáß ¡ ÅÐ áæ ßÇä ÔíØÇäÇ áãÇ ÇÓÊÍíÇ

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Masukkan kepala anda ke dalam baju-ku, …. Ini adalah kabar gembira, Karena  yang anda lihat adalah malaikat, jika ia syetan tentunya ia tidak malu.”

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Tidak sampai di situ saja, ilmu syareah tadi didukung dengan ilmu-ilmu yang lainnya, seperti ilmu sosiologi dan antropologi, atau ilmu –ilmu kemasyarakatan  sebagaimana yang terungkap di dalam cerita di atas.

Diantara dalil- dalil yang menyebutkan bahwa keimanan harus berdasarkan atas ilmu adalah firman Allah swt :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

 << ÝóÇÚúáóãú Ãóäøóåõ áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ Çááøóåõ >>

 ” Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah ” ( QS Muhammad : 19 )

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Beberapa peristiwa di bawah ini menunjukkan bahwa Khodijah as merupakan sosok yang selalu memperhatikan ilmu dan terus mencarinya sehingga ditemukan kebenaran :

  1. Menanyakan tafsir mimpinya kepada ulama pada zamannya , Waraqah bin Naufal , yaitu ketika dia melihat matahari masuk ke rumahnya dan menyinar rumah- rumah sekitarnya juga .
  2. Mencari orang yang amanat untuk mengurusi dagangannya
  3. Menikah dengan orang yang amanat dan berakhlaq mulia.
  4. Membawa Nabi Muhammada saw kepada Waraqah untuk dimintai pendapatnya tentang pertemuannya  dengan Jibril di gua Hira.

 

 

Kedua : Menginfakkan hartanya untuk sebuah perjuangan.

<< ææÇÓÊäí ÈãÇáåÇ ÅÐ ÍÑãäì ÇáäÇÓ >>

            Sebab kedua yang mengantarkan Siti Khadijah sebagai penghuni syurga adalah keikhlasannya di dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah demi tegak dan tersebarnya Dinul Islam. Banyak contoh serupa yang menguatkan pernyataan di atas, bahwa infak di jalan Allah adalah satu jalan yang mengantarkan seseorang untuk masuk syurga. Ini terlihat dengan jelas pada diri sahabat agung, khalifah ketiga, Ustman bin Affan yang menginfakkan sebagian besar hartanya untuk biaya perang fi sabilillah .

Dalam hal ini Rosulullah saw bersabda :

 << áÇ íÖÑß ÈÚÏ Çáíæã íÇ ÚËãÇä >>

Wahai Utsman, ( berbuatlah sesuka hatimu ) setelah ini, karena semua amalanmu yang kamu berbuat tidak  akan  bisa menghalangimu masuk syurga 

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Allah berfirman  :

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<< ÅöäøóãóÇ ÇáúãõÄúãöäõæäó ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÈöÇááøóåö æóÑóÓõæáöåö Ëõãøó áóãú íóÑúÊóÇÈõæÇ æóÌóÇåóÏõæÇ ÈöÃóãúæóÇáöåöãú æóÃóäÝõÓöåöãú Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÃõæúáóÆößó åõãõ ÇáÕøóÇÏöÞõæäó >>

 ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. ” ( QS Al Hujurat : 15 )

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Ketiga : Membuat ridha suami .

<< æÑÒÞäí Çááå ãäåÇ ÇáæáÏ Ïæä ÛíÑåÇ ãä ÇáäÓÇÁ >>

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Dalam hal ini , beliau mampu memberikan hak, perhatian , kecintaan, dan keturunan bagi suaminya . ( Zaenab, Ruqiyah, Umm Kaltsum, Fatimah, Qasim, Toyib, Thohir ) 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Khadijah as tidak pernah  bersuara di atas suara suaminya. Yang jelas, khadijah telah mengetahui kadar keagungan suaminya dan memberikan yang terbaik untuk keagungannya.

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

 << äÓÇÆßã ãä Ãåá  ÇáÌäÉ  ÇáÚäæÏ Úáì ÒæÌåÇ ÇáÊì ÅÐÇ ÛÖÈ ÌÇÁ Ê ÍÊì ÊÖÚ íÏåÇ Ýì íÏ ÒæÌåÇ æ ÊÞæá : áÇ ÃÐæÞ ÛãÖÇ ÍÊì ÊÑÖì >>

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

” Wanita- wanita kalian yang merupakan penghuni syurga adalah yang perhatian kepada suaminya , jika ia mendapatkan suaminya sedang marah, segera ia mendatanginya , dan meletakkan tangannya di di dalam tangan suaminya, sambil mengatakan : “  Saya tidak akan bisa tenang sehingga anda ridha “ 

<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->

Memberikan keturunan dan mendidik mereka dengan baik ( kaderisasi ) , merupakan sumber amal sholeh yang memasukkan kita ke syurga juga.


Posted at 12:43 am by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

Mar 31, 2007
SANG KYAI ILMUPUTIH

 

Ahmad Zain An Najah, MA


Di akhir kepemimpinan presiden Soeharto, terjadi pembantaian ulama dan kyai di daerah Jawa Timur. Tragedi pembantaian tersebut masih belum sirna dari ingatan kita. Sebagai kaum muslimin , banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran . Namun pada tulisan ini, ada point penting yang mungkin belum tersentuh oleh banyak pengamat. Masalah tersebut adalah ilmu putih, sebuah ilmu unik yang yang dimiliki oleh beberapa kyai di tanah Jawa , ilmu ini sering digunakan ketika terjadi bentrokan antara kelompok hitam ( para penjahat ) dan kelompok putih ( sebagian orang-orang pesantren )

<!--[if !vml]-->

Bagi kita kaum muslimin, sudah sepakat bahwa ilmu hitam merupakan bagian dari alam hitam yang tidak boleh didekati. Tapi untuk ilmu putih, sebagian kaum muslimin

Indonesia masih menganggapnya suatu ilmu biasa, yang setiap orang boleh mempelajarinya. Alasan mereka, bahwa ilmu putih adalah ilmu untuk menegakkan kebenaran, membela yang lemah dan menjaga diri dari serangan- serangan orang-orang jahat. Mereka tidak mau tahu bagaimana cara- cara mendapatkan imu putih tersebut, atau mungkin sebagian dari mereka memang tidak tahu cara- cara tersebut. Bagi mereka, sesuatu yang dikerjakan oleh kyai atau orang alim yang mereka segani, adalah sah- sah saja. Sampai sekarang-pun kebanyakan dari kita, khususnya yang bergelut dibidang ilmu- ilmu syareah, ataupun ilmu-ilmu eksata, tidak mengetahui istilah ilmu putih tersebut. Paling jauh, yang kita dengar hanya sebatas berita atau kisah seorang kyai yang mampu mengetahui orang yang mencuri dengan cara melihat dari sebuah bejana yang berisi air yang sudah dibacakan doa-doa tertentu, bisa menangkal tenun, santet dan sihir dll.

Jadi ilmu putih itu hakikatnya seperti apa ? Apakah ilmu tersebut merupakan salah satu ilmu yang Islam telah memerintahkan umatnya untuk mencarinya, walaupun sampai ke negeri Cina ? ataukah dia termasuk ilmu hitam yang untuk mendapatkannya harus dengan bantuan jin ? atau ilmu yang menggabungkan ajaran- ajaran Islam dengan bantuan jin dan roh- roh halus lainnya ?

Antara Karomah dan Ilmu Putih

Kalau kita runtut Sejarah Islam –khususnya pada periode pertama dulu yaitu pada masa keemasannya- yang penuh dengan kemenangan dan kejayaan, akan sulit kita dapati, bahkan mungkin tidak ada seorang sahabat dan tabi’in memiliki ilmu putih, seperti sekarang ini, apalagi ilmu hitam. Mereka hanya mengandalkan apa yang mereka dapatkan dari Rosulullah saw dengan berpedoman Al Quran dan Hadits saja, …tidak lebih dari itu. Tapi mereka mampu menaklukan dua ngara super power pada waktu itu ( Romawi dan Persia ), mereka mampu berkuasa dan menebarkan keadilan di alam ini .

Secara aklamasi para ahli sejarah menyatakan bahwa kemenangan- kemenangan yang diraih umat Islam pada waktu itu merupakan keajaiban dunia yang belum pernah terjadi di panggung sejarah kehidupan manusia. Bagaimana tidak, bangsa Arab, bangsa pengembala kambing di tengah-tengah lautan padang pasir yang sangat panas, tak pernah dilirik sedikitpun, bahkan dipandangnya dengan sebelah mata oleh bangsa- bangsa besar pada waktu itu, tiba-tiba muncul hanya dalam waktu 10 tahun , mampu menaklukkan dua Imperium yang telah membangun kekuasan mereka selama ratusan tahun lamanya. Hanya dengan keimanan yang benar dan kuat saja, akan muncul karomah- karomah dan hal-hal yang luar biasa, yang jauh kewajaran manusia.

Dan itu semua merupakan bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang taat dan konsisten serta istiqomah. Ini juga terjadi pada diri para sahabat secara individu, seperti halnya tongkat kayu milik seorang sahabat yang bernama Usaid bin Hudair yang bisa memancarkan sinar benderang di tengah-tenah kegelapan . Juga terjadi pada diri Abu Muslim al Khulani, yang dilempar oleh Aswad Al ‘Insi ( pemimpin kaum murtad ) ke api yang membara, kemudian bisa keluar darinya dengan selamat tanpa cacat sedikitpun, juga terjadi pada diri ‘Alak al Khudrami yang mampu berjalan di atas air ketika menyeberang lautan untuk menaklukan pasukan musuh yang ada di negri seberang.

Karomah-karomah semacam itu, juga terjadi pada orang-orang sholeh sebelum kedatangan nabi Muhammad saw, seperti apa yang dialami Maryam, yang mengandung tanpa tersentuh oleh seorang laki-laki, dan selalu mendapatkan makanan di mihrabnya, tanpa seorangpun tahu dari mana asalnya. Begitu juga yang dialami Ashabul Kahfi yang tidur lebih dari 300 tahun lamanya. Semua itu terjadi pada diri mereka tanpa sengaja, itu hanyalah semata-mata pemberian dari Allah swt, karena keimanan dan keistiqomahan mereka terhadap ajaran- ajaran Allah. Intinya , kehebatan-kehebatan mereka itu bukan karena mereka memiliki ilmu putih, sebagaimana yang sering dibanggakan oleh sebagian orang Islam zaman sekarang.

Beberapa Contoh Ilmu Putih

Masalah Ilmu Putih ini, mengingatkan penulis pada cerita seorang mahasiswa yang mengatakan bahwa pamannya dahulu pernah mempunyai ilmu putih, kemudian dia bertaubat dan meninggalkannya, kata pamannya : “ ilmu putih itu sebenarnya sama dengan ilmu hitam , cuma bedanya ilmu hitam digunakan untuk kejahatan sedang ilmu putih digunakan untuk kebaikan “ Bahkan, kita dapatkan sebagian orang yang sering disebut kyai, justru menggunakan jalan yang tidak pernah diajarkan oleh Rosulullah saw untuk mendapatkan ilmu putih semacam ini. Pada musim haji sekitar tahun 1995, kebetulan penulis bertemu dengan penyuluh agama ( mursyid haji ) di salah satu rombongan haji dari Jawa Tengah. Dia dipercaya oleh jama’ah karena berkali-kali pernah naik haji. Dia pernah berkata : “ kalau saya dihadapkan pada suatu masalah, maka saya tidak akan bertindak sampai ada sesuatu yang membisikkan di telinga saya “ . Mendengar pernyataan itu, penulis bertanya : “ Gimana caranya pak, untuk bisa seperti itu ? “. “ Kita harus bisa makan nasi putih saja, selama beberapa hari tanpa lauk dan sayur “ , jawabnya santai.

Ajaran Islam mana, yang menyuruh seseorang hanya makan nasi putih saja . Mungkin banyak umat Islam yang akan keluar dari Islam kalau mereka hanya dibolehkan makan nasi putih saja, tanpa lauk dan sayur. Kasihan bapak ini , naik haji berpuluh- puluh kali , tapi tidak memahami bahwa haji merupakan bentuk ketundukan dan kepatuhan terhadap ajaran-ajaran Allah, dengan tanpa menambah – nambahnya dengan selera akal dan nafsunya.

Bertepatan itu pula beberapa saat yang lalu, ada seorang pelajar Malaysia mengaku bahwa nenek moyangnya berasal dari Jawa asli, katanya, neneknya menganjurkan kepadanya untuk puasa “mutih “ ( bukan puasa putih lho ). “ Menurut anda puasa mutih itu apa ? “ , tanya penulis. “ Puasa mutih itu berpuasa dalam beberapa hari dan tidak berbuka kecuali dengan nasih putih “, jawabnya.

Penulis juga pernah membaca makalah yang berjudul “ Ilmu Estu Pamungkas “ , suatu ilmu yang salah satu cara untuk mendapatkannya harus berpuasa mutih selama beberapa hari dan beberapa malam, dan dia hanya diperbolehkan makan dan minum air putih satu kali saja dalam sehari semalam, yaitu pada waktu tepat tengah malam. Setelah melakukan aksi puasa, maka dia dituntut satu hal lagi, yaitu untuk melakukan puasa ngebleng selama beberapa malam. Puasa ngebleng ini berbeda dengan puasa Pati Geni. Kalau Pati Geni , seseorang harus berdiam diri di suatu kamar yang tertutup tanpa ada seleret sinarpun yang masuk kedalam kamar. Selama itu pula dia tidak boleh buang kotoran, buang air kecil, makan, dan minum. Tetapi pada puasa ngebleng boleh terdapat sinar yang masuk, hanya kita dilarang keluar kamar sebagaimana Pati Geni, serta tidak boleh makan, minum maupun buang air besar maupun kecil selama dia melakukan hal itu.

Konon orang yang memiliki ilmu Estu Pamungkas ini juga memiliki larangan dan pantangan, diantara adalah : tidak boleh takabur (sombong) serta mempergunakan ilmu ini untuk merugikan orang lain, seperti merusak rumah tangga orang lain, serta dilarang keras menggunakan ilmu tersebut setiap waktu. Dari keterangan diatas, nampaknya secara sekilas Ilmu Estu Pamungkas ini adalah Islami, karena mengajarkan untuk berpuasa dan melarang untuk mengganggu orang lain serta tak boleh takabbur.

Tapi di sisi lain, kita daptkan bahwa cara yang dipakai adalah cara-cara misterius, puasa mutih dan nasi putih. Makanya, lebih tepat kalau amalan- amalan ini kita sebut “ talbis al-haq bi al-bathil “ ( salah satu bentuk mencampur-adukkan antara kebenaran dengan kebatilan ).

Talbis seperti ini akan sangat berbahaya bagi keutuhan agama Islam, karena banyak orang awam yang terkecoh kepada suatu amalan, yang kelihatannya baik, padahal sebenarnya adalah ajaran gado-gado dari berbagai keyakinan dan aliran kepercayaan.

Waktu terjadi pembantaian kyai oleh para ninja, salah satu mahasiswa yang kebetulan sedang berada di Indonesia, tepatnya di salah satu pesantren yang sedang diincar, mengatakan : “ Salah satu dari kyai menyuruh seseorang untuk mengejar ninja yang sedang bersembunyi di kuburan…. agar para ninja tersebut takut dan lari terbirit- birit, maka orang yang akan mengejar tadi harus telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun di atas tubuhnya, lantas aja pengejar tersebut menurut nasehat kyai tadi, telanjanglah dia, dan ternyata benar, ketika para ninja tersebut melihat orang telanjang langsung kabur ambil langkah seribu.“

Penulis jadi geli dan risih mendengar cerita tersebut, dari mana orang tadi mengetahui kalau telanjang bulat itu membuat ninja takut ? Kalau di Mesir , orang yang berbuat seperti itu ( bertelanjang ria ) , justru akan menjadi tontonan anak kecil. Macam- macam saja orang Islam zaman sekarang ini, benarlah apa yang di predeksikan Rosulullah saw, bahwa salah satu tanda akhir zaman, adalah dihapusnya ilmu syare’ah dengan meninggalnya para ulama yang konsisten dengan ajarannya, kemudian digantikannya dengan orang-orang bodoh dan aneh-aneh. Sehingga yang benar menjadi salah dan salah menjadi benar.

Salah satu masalah yang sering ditanyakan kepada penulis, adalah operasi memburu pencuri dengan metode baru ( yang sebetulnya sudah kuno ), dan mungkin belum pernah dilakukan oleh badan intelejent manapun juga, yaitu melalui bejana air yang di bacakan doa atau mantera, dan banyak dipraktekan di beberapa tempat. Bahkan disana ada sebuah ilmu yang bernama “ Aji Tunggeng Mogok “ sebuah ilmu yang bisa membuat pencuri terpaku ditempat. Di dalam buku-buku hadits “kutubus sittah “ ataupun “kutubut tis’ah”, tidak didapati hadits yang menyebutkan do’a untuk menangkap pencuri, atau supaya pencuri terpaku ditempat. Kalau untuk membentengi diri dari Jin dan syetan, atau mengusir jin yang bercokol di dalam tubuh atau di rumah, atau menolak bala’, sihir dan santet , itu memang banyak dan sangat di anjurkan dalam Islam.

Dengan membaca Ayat Kursi umpamanya, atau membaca dua ayat di akhir surat Al Baqarah, atau membaca mu’awadzatain ( surat Al-Falaq dan Surat An-Nas ) , atau membaca dzikir pagi dan petang , atau membaca surat Al Kahfi setiap Jum’at, dn lain- lainnya yang jelas- jelas diajarkan oleh Islam dan termaktub di dalam buku-buku hadits. Kenapa bukan itu saja yang dipraktekan dan diajarkan kepada umat Islam ? apakah belum cukup apa yang diajarkan oleh Rosulullah saw, sehingga harus mencari ajaran-ajaran baru yang kita belum tahu sumbernya dan belum jelas kebenarannya.

Kalau terbukti bahwa ilmu-ilmu semacam itu tidak terdapat dalam ajaran Islam , maka seorang muslim tidak boleh ikut-ikutan, walaupun yang mengerjakan itu seorang kyai. Seorang kyai tidak bisa dijadikan standar, karena dia tidak maksum. Allah berfirman :

æáÇ ÊÞÝ ãÇ áíÓ áß Èå Úáã Åä ÇáÓãÚ æÇáÈÕÑ ÇáÝÄÇÏ ßá ÃæáÆß ßÇä Úäå ãÓÆæáÇ

“ Janganlah engkau mengikuti (sesuatu amalan ) yang engkau tidak mengetahui hakikatnya. Sesungguhnya pendengran, penglihatan dan hati ini akan dimintai pertanggung jawabannya “ ( QS. Al Isra’ : 36 )

Ada sebuah cerita menarik yang pernah dimuat salah satu mass media terkenal. Di sebuah daerah di pulau Jawa bagian Timur, ada seorang kyai yang disegani masyarakat. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang ahli ibadah, tapi juga memiliki berbagai kelebihan. Ia mampu berjalan di atas air, dan kebal senjata tajam. Di luar dugaan, ia meninggal dunia dalam keadaan tragis, sekujur tubuhnya merah kehitam-hitaman. Ia menjerit-jerit seperti serigala. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir ia sempat bertutur, bahwa untuk memiliki berbagai “kesaktian” itu, ia harus melakukan transaksi dengan jin. Bentuk transaksi itu sangat sederhana. Setiap malam Jum’at, tepat pukul 12.00 malam, ia harus melakukan hubungan badan dengan jin. Na’udzubillahi min dzalik.

Bahkan yang lebih mengerikan lagi dan membuat setiap orang Islam bulu kuduknya berdiri, apa yang pernah diceritakan orang yang sangat dekat dengan penulis, dan dia mendapatkannya dari seorang anak Kyai di salah satu daerah pulau Jawa. Di daerahnya tersebut, terdapat seorang Kyai yang terkenal sangat dermawan dan baik sekali, bahkan dia mengajarkan kepada anaknya perbuatan-perbuatan yang baik, namun yang menjadi pertanyaan kenapa ketika dia meninggal dunia tidak nampak dalam dirinya tanda-tanda khusnul khotimah, justru yang terdengar adalah jeritan histeris yang keluar dari mulutnya di saat-saat dia menghembuskan nafasnya yang terakhir ? Tak pelak, anaknya yang sudah lama terdidik dengan kebaikan-kebakan itu menjadi heran dan bertanya-tanya , kenapa hal itu terjadi ? Dia teringat bahwa di salah satu sudut rumahnya ada sebuah kamar yang selama ini, dia dan keluarganya tidak boleh tahu apa yang ada dalamnya. Karena penasaran, di dobraklah pintu kamar tersebut…” astaghfirullah ……!!!!!!!!! betapa terkejutnya anak Kyai besar tadi, di dalam kamar kecil yang angker itu ternyata adalah sebuah WC dan mushaf Al-Quran yang di penuhi dengan tahi. La haula wala quwwata illa billah….Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syetan yang terkutuk.

Kalau cerita diatas benar, maka jelas bahwa kyai itu telah murtad dan kafir karena dia menyembah syetan dan menghina kitab suci yang dimuliakan oleh kaum muslimin .

Al Qur’an dan Hadits Sumber Kemuliaan

Sangatlah tepat apa yang dikatakan Umar bin Khottob, ra — sahabat Rosulullah saw yang terhebat setelah Abu Bakar As-Siddiq ra — : “ Kita telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka barangsiapa yang mencari kemulian selain Islam, maka Allah akan menghinakannya “ Benar,…Allah telah memuliakan Umar dan para sahabat yang mengikuti petunjuk Islam, Allah telah memuliakan mereka dengan keimanan dan kekuasaan yang mempunyai wilayah sangat luas, bukan hanya Imperium Persi dan Romawi saja yang ketakutan dengan mereka, bahkan syetanpun lari terbirit- birit ketika bertemu dengan Umar….Subhanallah !!!. Maka barang siapa diantara umat Islam yang yang mencari kemulian dan kesaktian melalui Syetan dan Jin, bukannya kemulian yang mereka dapatkan, tapi kehinaan di dunia , mereka hidup dibawah ketiak Syetan dan Jin , dan diinjak-injak serta ditindas oleh penguasa- penguasa kafir ( sebagai syetan-syetan manusianya ) …dan di akhirat akan mendapatkan adzab yang pedih…na’udzubillahi min dzalik. Maha Benar Allah di dalam Firman-Nya :

ÃíÈÊÛæä ÚäÏåã ÇáÚÒÉ ¡ ÝÅä ÇáÚÒÉ ááå ÌãíÚÇ

Apakah mereka ( orang-orang munafik) mencari kekuasan dan kemulian dari sisi mereka. Sesungguhnya kemulian hanya ada di sisi Allah semata. “ ( Qs. An Nisa’ : 139 )

Èá ßÇäæÇ íÚÈÏæä ÇáÌä ÃßËÑåã Èåã ãÄãäæä

“ …Bahkan mereka menyembah jin dan kebanyakan mereka beriman kepada jin tersebut ( QS Al Saba’ : 41 )

Umat Islam Indonesia – khususnya daerah Jawa- hendaknya kembali kepada ajaran Islam yang asli, yang bersumber kepada Al-Quran dan Hadits serta petunjuk para sahabat, dan wajib meninggalkan ilmu-ilmu klenik yang hanya akan menambah kehinaan demi kehinaan. Tidak ada dalam Islam ilmu hitam, ilmu putih, ilmu hijau, ilmu biru, atau ilmu kuning, tapi hanya ada ilmu Al-Quran dan Hadits serta perangkat yangmendukungnya. Tiada pula ilmu aji tunggeng mogok, mantera pelet media rokok, ilmu kontak, ajian mahabbah, pengasih, ilmu debus, mantra guru sajab. Ilmu- ilmu semacam itu tiada lebih dari peninggalan ajaran- ajaran Hindu dan Budha yang dicampur adukkan dengan Islam sehingga menjadi sesat dan menyesatkan. Wallahu a’lam

Kairo, Oktober 2002


Posted at 11:57 pm by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

MESJID2 BERMUKJIZAT

 
 

KeAgungan dan Kebesaran Illahi kembali terlihat di di ujung Banda. Tsunami menggulung Aceh, namun di setiap musibah ada suatu keajaiban dan mukjizat Alloh SWT. Salah satunya bangunan-bangunan mesjid yang masih tetap berdiri meski sekitarnya porak-poranda.  

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" [QS. Al- Fushshilat]

 


Posted at 11:52 pm by iEnN-nIeZzZ
Make a comment  

Next Page